AL-KISAH AMBATUKAM FROM NGAWI
Bangsa Ambatukam (Bahasa Ambatukam : Amabátükim) adalah orang orang Ngawi keturunan Kulit Hitam yang berada di Rongawi, tidak jelas kenapa mereka sampai di sini. menurut Roy Suryo dan kawan kawan (lagi lagi refrensi nya dari Roy Suryo, iya dong) diduga orang orang Afrika ini sebenarnya nyasar pada abad ke 17 mereka dibawa oleh orang eropa ke Amerika namun para budak berhasil memberontak kemudian membuang tukang budak ke laut, karena ngak tau kemana arah nya akhirnya mereka nyasar ke Benua Gendeng, lebih tepat nya di wilayah Kekaisaran Sontoloyos Raya dan di sambut hangat oleh pemimpin di sana, namun para orang Afrika ini tetap melakukan migrasi sampai ke barat jauh Benua Gendeng di sana pada tahun 1620 berdiri Kekaisaran Ambatukam yang di pimpin oleh Batu Khan namun hancur pada tahun 1767 setelah pertempuran melawan Kajew Empire yang membuat orang orang Ambatukam kembali melakukan migrasi besar besaran, setidak nya sampai abad ke 20 kira kira (menurut Roy Suryo)
Kebiasaan Bangsa Ambatukam
Mereka sangat suka berburu kentang gedagedi walaupun sering diganggu "Skibidi Big L" dan juga para klu klax klan yang suka berburu Ambatukam. Mereka sangat menyenangi senam jari dan senam keelasitisan (khusus laki-laki). Dan mereka juga suka Menjadi kuda yang akan ditumpangi Amabatukam laki-laki (khusus perempuan)
Asal usul Bangsa Amabatukam
Ambatukam berasal dari:
Nabi Adam a.s--> Nabi syith (bukan shit ya dan tak tercat di 25 nabi) --> Anusy --> Qinan --> mihlail--> Yarid--> Nabi Idris a.s --> Matusyalih -->Lamak --> Nabi Nuh a.s --> Ham -->Jawa--> Ambat. lalu Ambat menikahi seorang wanita bernama Tukam lalu anaknya dinamai Ambatukam lalu sebagai penghormatan ke ortunya ni org kasih nama keluarganya Ambatukam lalu dimulai lah bangsa Ambatukam. --> Nabi Idris a.s --> Matusyalih -->Lamak --> Nabi Nuh a.s --> Ham -->Jawa--> Ambat. lalu Ambat menikahi seorang wanita bernama Tukam lalu anaknya dinamai Ambatukam lalu sebagai penghormatan ke ortunya ni org kasih nama kelua▶rganya Ambatukam lalu dimulai lah bangsa Ambatukam.



Ulasan
Catat Ulasan